← Semua artikel
Insight

Kapan Bisnis Membutuhkan Website, Kapan Membutuhkan Sistem?

Melihat bagaimana Six Nine menghubungkan informasi, pilihan layanan, dan jalur reservasi dalam satu website.

Oleh ABPE Works · 2 menit baca

Six Nine Bandung pada malam hari
Six Nine, Bandung. Dokumentasi sixnine.id.

Seseorang yang membuka website Six Nine bisa datang dengan rencana yang berbeda. Ada yang ingin melihat menu, mencari lapangan padel, atau menyiapkan pertemuan di ruang privat.

Website perlu membantu setiap pengunjung menemukan informasi yang sesuai dengan rencananya. Dari sana, pengunjung dapat menentukan pilihan dan melanjutkan ke proses reservasi.

Six Nine memperlihatkan bagaimana kebutuhan tersebut dapat ditangani melalui pembagian halaman dan jalur pemesanan yang mengikuti masing-masing layanan.

Satu website, beberapa kebutuhan

Di sixnine.id, Coffee & Dining, Padel, dan Private Spaces memiliki halaman tersendiri. Pengunjung dapat mengenal setiap layanan sebelum menghubungi tim atau melakukan pemesanan.

Untuk padel, website mengarahkan pengunjung ke AYO untuk melihat ketersediaan sesi dan tarif. Sementara itu, kebutuhan dining dan ruang privat dapat disampaikan melalui formulir yang dilanjutkan ke WhatsApp.

Formulir tersebut membantu pengunjung menyiapkan informasi seperti jenis kegiatan, tanggal, waktu kedatangan, dan jumlah tamu. Permintaan kemudian dikonfirmasi langsung oleh tim Six Nine.

Pembagian ini memberi setiap layanan jalur yang sesuai. Website menjadi tempat untuk mengenal pilihan sekaligus menemukan cara mengaksesnya.

Menghubungkan layanan yang sudah digunakan

Membangun website tidak selalu berarti membangun seluruh proses pemesanan dari awal. Jika bisnis telah menggunakan platform reservasi yang sesuai, website dapat mengarahkan pelanggan ke sana.

Pendekatan ini membantu menentukan lingkup pengembangan. Informasi bisnis, foto, menu, dan penjelasan fasilitas dikelola melalui website. Proses tertentu dapat tetap berjalan melalui platform atau komunikasi yang digunakan oleh tim.

Yang perlu diperhatikan adalah perpindahannya: apakah pengunjung memahami tujuan tautan, informasi apa yang perlu disiapkan, dan kapan pemesanannya dianggap terkonfirmasi?

Pada halaman reservasi Six Nine, misalnya, pengunjung diberi tahu bahwa permintaan melalui WhatsApp masih membutuhkan balasan tim untuk mendapatkan konfirmasi.

Kapan sistem khusus mulai diperlukan?

Kebutuhan berikutnya dapat muncul dari pekerjaan di balik layanan. Misalnya, ketika tim kesulitan menyatukan jadwal, memperbarui status pemesanan, atau menyiapkan laporan dari beberapa sumber.

Kondisi seperti itu dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi sistem yang digunakan. Pilihannya bisa berupa penyesuaian alur, penggunaan fitur platform yang sudah tersedia, integrasi, atau pengembangan sistem khusus.

Keputusan tersebut perlu berangkat dari masalah yang benar-benar ditemui. Siapa yang menggunakan sistem? Pekerjaan apa yang berulang? Informasi mana yang sering terlambat atau harus dicatat kembali?

Website dan sistem operasional dapat tumbuh mengikuti jawaban atas pertanyaan tersebut. Keduanya juga bisa sama-sama berbasis web, dengan fungsi dan pengguna yang berbeda.

Bagi ABPE, contoh Six Nine menunjukkan pentingnya menyusun hubungan antara informasi dan tindakan. Pelanggan perlu tahu ke mana harus melanjutkan, sementara tim membutuhkan alur yang dapat mereka kelola.