05 Web App / ERP

Sistem digital untuk membantu proses bisnis, data, approval, operasional, dan reporting bergerak dalam alur yang lebih terstruktur.

Turn Complex Operations Into Systems.

Solution Custom Web Application
Architecture Modular
Access Role Based
Workflow Business Driven
System Operational

A system should reflect how the business works, not force the business to work around the system.

Karena itu development dimulai dari proses, peran pengguna, aliran data, dan kebutuhan operasional sebelum berubah menjadi modul dan interface.

From Operation to System

The software starts before the software itself.

Sistem yang tepat lahir dari pemahaman terhadap proses bisnis yang berjalan. Baru setelah itu data, workflow, dan implementasi teknis dapat disusun.

01

Business

Memahami tujuan, aktor, aturan, kebutuhan, dan konteks operasional bisnis.

02

Process

Memetakan aktivitas yang berjalan dari awal sampai akhir dan hubungan antar fungsi.

03

Data

Menentukan informasi apa yang dibuat, digunakan, diperbarui, dan dibutuhkan oleh tiap proses.

04

Workflow

Menghubungkan proses, pengguna, approval, status, dan business rules.

05

System

Mengubah seluruh kebutuhan tersebut menjadi aplikasi yang dapat digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Project in Practice

One operational system. Multiple business functions.

Web application / ERP project yang dibangun dengan pendekatan modular untuk menghubungkan berbagai proses dan informasi bisnis dalam satu environment.

Custom ERP dashboard developed by ABPE Works
Custom ERP / Web Application Operations / Workflow / Reporting
Operational Modules

Different functions. Connected through one operational layer.

Struktur modul mengikuti kebutuhan bisnis. Setiap fungsi bisa berdiri sendiri, tetapi data dan workflow dapat saling terhubung ketika proses memang membutuhkan keterkaitan.

01 Connected

Inventory

Stok, movement, warehouse, transfer, opname, dan informasi persediaan sesuai kebutuhan operasional.

02 Connected

Finance

Transaksi, pembayaran, pencatatan finansial, budgeting, dan reporting bisnis.

03 Connected

Human Resources

Employee data, attendance, approval, payroll, dan aktivitas internal lainnya.

04 Connected

Projects

Timeline, milestone, task, progress, ownership, dan monitoring pekerjaan.

05 Connected

Approval

Layer approval dan authority berdasarkan user, role, nominal, status, atau business rule.

06 Connected

Reporting

Mengubah data operasional menjadi informasi yang dapat dilihat, dibandingkan, dan digunakan untuk keputusan.

01 / Process

Understand how work actually moves.

Alur saat ini dipetakan terlebih dahulu, termasuk siapa yang melakukan aktivitas, apa yang dibutuhkan, dan apa yang terjadi setelahnya.

02 / Role & Access

Give the right access to the right people.

User tidak selalu membutuhkan akses ke seluruh sistem. Role, permission, dan responsibility disusun mengikuti struktur operasional.

03 / Business Rules

Turn operational rules into system logic.

Validation, approval, status transition, calculation, dan condition diterjemahkan menjadi logic yang konsisten.

04 / Data

Keep operational information connected and traceable.

Data dipikirkan sebagai bagian dari proses, bukan hanya record. Hubungan antar informasi membantu tracking dan reporting menjadi lebih jelas.

05 / Visibility

Turn daily activity into business visibility.

Dashboard dan laporan membantu orang yang tepat memahami apa yang sedang terjadi tanpa harus mengumpulkan data secara manual.

System Interface

Complex operations still need an interface people can understand.

Interface tidak harus terlihat kompleks hanya karena proses di belakangnya kompleks. Informasi diprioritaskan berdasarkan pekerjaan yang perlu dilakukan pengguna.

ERP operational dashboard
Operations Overview 01 / 04
ERP module interface
Module Detail 02 / 04
ERP workflow interface
Workflow 03 / 04
ERP reporting and system interface
Reporting & Visibility 04 / 04
Operational Visibility

COMPLEX OPERATIONS SHOULD BECOME EASIER TO SEE.

Sistem yang baik membantu tim memahami apa yang harus dilakukan, membantu manager melihat apa yang sedang terjadi, dan memberi bisnis data yang lebih terstruktur untuk mengambil keputusan berikutnya.

Typical Scope

The system is shaped around what the business actually needs to operate.

Web App dan ERP tidak memiliki scope yang benar-benar universal. Modul, integration, workflow, dan data model ditentukan dari requirement project.

01

Requirement & Process Mapping

Discovery
02

Custom Module Development

Application
03

Role Based Access Control

Security
04

Workflow & Approval

Process
05

Dashboard & Reporting

Visibility
06

Audit Trail

Traceability
07

API & System Integration

Integration
08

Deployment & Environment Setup

Delivery
Typical Timeline

More business logic means more time spent understanding, testing, and validating the system.

Web App / ERP Basic
30–45 Working Days

Cocok untuk requirement yang lebih terarah, jumlah modul terbatas, dan business workflow yang relatif tidak terlalu kompleks.

Complex Business System
45–90 Working Days

Untuk sistem dengan banyak modul, workflow lintas divisi, approval berlapis, integration, serta business rules yang lebih dalam.

Web App / ERP

Kalau proses bisnis sudah terlalu banyak bergantung pada spreadsheet, chat, pencatatan terpisah, atau pekerjaan manual berulang, mungkin sudah waktunya melihat sistemnya.

CONNECT THE
PROCESS.
SEE THE SYSTEM.