Business
Memahami tujuan, aktor, aturan, kebutuhan, dan konteks operasional bisnis.
A system should reflect how the business works, not force the business to work around the system.
Karena itu development dimulai dari proses, peran pengguna, aliran data, dan kebutuhan operasional sebelum berubah menjadi modul dan interface.
Sistem yang tepat lahir dari pemahaman terhadap proses bisnis yang berjalan. Baru setelah itu data, workflow, dan implementasi teknis dapat disusun.
Memahami tujuan, aktor, aturan, kebutuhan, dan konteks operasional bisnis.
Memetakan aktivitas yang berjalan dari awal sampai akhir dan hubungan antar fungsi.
Menentukan informasi apa yang dibuat, digunakan, diperbarui, dan dibutuhkan oleh tiap proses.
Menghubungkan proses, pengguna, approval, status, dan business rules.
Mengubah seluruh kebutuhan tersebut menjadi aplikasi yang dapat digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
Struktur modul mengikuti kebutuhan bisnis. Setiap fungsi bisa berdiri sendiri, tetapi data dan workflow dapat saling terhubung ketika proses memang membutuhkan keterkaitan.
Stok, movement, warehouse, transfer, opname, dan informasi persediaan sesuai kebutuhan operasional.
Transaksi, pembayaran, pencatatan finansial, budgeting, dan reporting bisnis.
Employee data, attendance, approval, payroll, dan aktivitas internal lainnya.
Timeline, milestone, task, progress, ownership, dan monitoring pekerjaan.
Layer approval dan authority berdasarkan user, role, nominal, status, atau business rule.
Mengubah data operasional menjadi informasi yang dapat dilihat, dibandingkan, dan digunakan untuk keputusan.
Alur saat ini dipetakan terlebih dahulu, termasuk siapa yang melakukan aktivitas, apa yang dibutuhkan, dan apa yang terjadi setelahnya.
User tidak selalu membutuhkan akses ke seluruh sistem. Role, permission, dan responsibility disusun mengikuti struktur operasional.
Validation, approval, status transition, calculation, dan condition diterjemahkan menjadi logic yang konsisten.
Data dipikirkan sebagai bagian dari proses, bukan hanya record. Hubungan antar informasi membantu tracking dan reporting menjadi lebih jelas.
Dashboard dan laporan membantu orang yang tepat memahami apa yang sedang terjadi tanpa harus mengumpulkan data secara manual.
Interface tidak harus terlihat kompleks hanya karena proses di belakangnya kompleks. Informasi diprioritaskan berdasarkan pekerjaan yang perlu dilakukan pengguna.
Sistem yang baik membantu tim memahami apa yang harus dilakukan, membantu manager melihat apa yang sedang terjadi, dan memberi bisnis data yang lebih terstruktur untuk mengambil keputusan berikutnya.
Web App dan ERP tidak memiliki scope yang benar-benar universal. Modul, integration, workflow, dan data model ditentukan dari requirement project.
Kalau proses bisnis sudah terlalu banyak bergantung pada spreadsheet, chat, pencatatan terpisah, atau pekerjaan manual berulang, mungkin sudah waktunya melihat sistemnya.